Iblis..
Kenali Musuhmu
Kata-kata Iblis disebutkan dalam al-Qur’an sebanyak 11 kali sedang kata-kata setan disebutkan sebanyak 88 kali. (al-Mu’jam al-Fufahras, Muh.Fuad Abdul Baqi’170 dan 485-486)
الإبلاَسُ وَهُوَ اَلْيَأْسُ مِنْ رَحْمَةِ اللهِ
إبليس
كَانَ إسْمُهُ عَزَازِيْلُ وَ كُنِيَّتُهُ أَبُوْ كُرْدُوْس
Iblis, apakah dari jenis Malaikat ?
(Ibnu Abbas, Ibnu Mas’ud, Said bin Jubair dan Ibnu Juraiz); Mulanya Malaiakat, saat Allah murka ia dikutuk menjadi iblis.
(Qatadah); Mula dari jenis Malaikat yang paling mulia yang memiliki empat sayap
(Ibnu Zaid dan Hasan); Iblis itu bapaknya setan sebagaimana Adam bapaknya manusia dan berbeda dari jenis Malaikat.
Ibnu Abbas; Mulanya Iblis sebagai kepala Malaikat langit bumi dan memiliki kerajaan di langit dan bumi. Termasuk dia termasuk malaikat yang paling rajid, berilmu dan seringali turun-naik ke langit sehingga merasa paling mulia.
o Setan dapat mengubah bentuk. (seperti kisah tentatang Rasul ketika hendak Hijrah, perkataan Umar tentang seseorang yang mendatangi Rasul dengan baju compang-camping..)
Singgasana Di atas laut, dia duduk di singgasananya dan mengirim para utusan untuk merusak dan menyebar fitnah.
عَنْ جَابِرٍ
عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ عَرْشُ إِبْلِيسَ عَلَى الْبَحْرِ يَبْعَثُ سَرَايَاهُ فَأَعْظَمُهُمْ عِنْدَهُ مَنْزِلَةً أَعْظَمُهُمْ فِتْنَةً.
“Singgasana Iblis di atas laut, mengutus para utusannya dan yang termulia diantara mereka kedudukannya adalah yang paling besar fitnah yang ditimbulkan”.(HR.Ahmad dalam kitabnya al-Musnad, 23/248, 24/35..)
Sifat dan Kebiasaan Setan
o Setan hidup hingga datang hari kiamat.
قَالَ أَرَأَيْتَكَ هَذَا الَّذِي كَرَّمْتَ عَلَيَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُ إِلَّا قَلِيلًا. قَالَ اذْهَبْ فَمَنْ تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَاؤُكُمْ جَزَاءً مَوْفُورًا.
Berkata Iblis;”Terangkanlah padaku inikah orang yang Engkau muliakan atas diriku ? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sempai hari kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil. Allah berfirman;”Pergilah, barangsiapa diantara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup”. (Qs.al-Isra’, 62-63)
o Makan dan Minum dengan tangan kiri
عَنْ عَائِشَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ أَكَلَ بِشِمَالِهِ أَكَلَ مَعَهُ الشَّيْطَانُ وَمَنْ شَرِبَ بِشِمَالِهِ شَرِبَ مَعَهُ الشَّيْطَانُ.
“Siapa yang makan dengan tangan kiri maka dia makan dengan setan dan barangsiapa yang minum dengan tangan kiri dia minum bersama setan”.
(HR. Ahmad dalam al-Musnad, 49/495)
o Makan Dengan Berdiri
عن أبي هُرَيْرَةَ يَقُولُ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ رَأَى رَجُلًا يَشْرَبُ قَائِمًا فَقَالَ لَهُ قِه قَالَ لِمَهْ قَالَ أَيَسُرُّكَ أَنْ يَشْرَبَ مَعَكَ الْهِرُّ قَالَ لَا قَالَ فَإِنَّهُ قَدْ شَرِبَ مَعَكَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مِنْهُ الشَّيْطَانُ.
“Nabi Muhammad melihat seseorang yang minum dengan berdiri, beliau berkata kepadanya; gih ! Orang itu berkata; Mengapa ? Nabi bersabda; Maukah engkau minum dengan seekor kucing ? Orang itu menjawab; Tidak. Nabi bersabda; Sungguh telah minum bersama kamu siapa yang lebih buruk darinya yaitu setan”.
(HR.Ahmad , 16/203)
o Tidak menyebut nama Allah
الْمُثَنَّى بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ الْخُزَاعِيُّ وَصَحِبْتُهُ إِلَى وَاسِطٍ
وَكَانَ يُسَمِّي فِي أَوَّلِ طَعَامِهِ وَفِي آخِرِ لُقْمَةٍ يَقُولُ بِسْمِ اللَّهِ فِي أَوَّلِهِ وَآخِرِهِ فَقُلْتُ لَهُ إِنَّكَ تُسَمِّي فِي أَوَّلِ مَا تَأْكُلُ أَرَأَيْتَ قَوْلَكَ فِي آخِرِ مَا تَأْكُلُ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ قَالَ أُخْبِرُكَ عَنْ ذَلِكَ إِنَّ جَدِّي أُمَيَّةَ بْنَ مَخْشِيٍّ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعْتُهُ يَقُولُ إِنَّ رَجُلًا كَانَ يَأْكُلُ وَالنَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَنْظُرُ فَلَمْ يُسَمِّ حَتَّى كَانَ فِي آخِرِ طَعَامِهِ لُقْمَةٌ فَقَالَ بِسْمِ اللَّهِ أَوَّلَهُ وَآخِرَهُ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا زَالَ الشَّيْطَانُ يَأْكُلُ مَعَهُ حَتَّى سَمَّى فَلَمْ يَبْقَ فِي بَطْنِهِ شَيْءٌ إِلَّا قَاءَهُ
(HR.Imam Ahmad, 38/434)
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ أَطْعَمَهُ اللَّهُ الطَّعَامَ فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَأَطْعِمْنَا خَيْرًا مِنْهُ وَمَنْ سَقَاهُ اللَّهُ .لَبَنًا فَلْيَقُلْ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيهِ وَزِدْنَا مِنْهُ
(HR.Thurmudzi, 11/335)
عَنِ ابْنِ أَعْبُدَ قَالَ قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَا ابْنَ أَعْبُدَ هَلْ تَدْرِي مَا حَقُّ الطَّعَامِ قَالَ قُلْتُ وَمَا حَقُّهُ يَا ابْنَ أَبِي طَالِبٍ قَالَ تَقُولُ بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيمَا رَزَقْتَنَا.
(HR.Al-Musnad, 3/250)
Hal-hal yang membuat Setan:
o Tersenyum, saat menguap dan tidak menutup serta tidak membaca Istiadzah.
o Tertawa, ketika melihat seorang muslim mengulurkan senjata ke wajah saudaranya.
o Menangis. Ketika seorang Muslim melakukan sujud sajadah baik saat mendirikan sholat atau di luar sholat.
